Satu Hati Institute Logo
Satu Hati
BerandaProfilSAHLPustakaProgramMediaKemitraan
Berita Kegiatan

Zanki for Story Teller: CEO Satu Hati Institute Muamar M. Thahir Bangun Empati Palestina Lewat Seni Bercerita

BEKASI — Upaya merawat ingatan dan membangun empati publik terhadap isu kemanusiaan di Palestina terus berkembang melampaui metode kampanye konvensional. Memahami pentingnya sebuah narasi, Satu Hati Institute menginisiasi program bertajuk Zanki for Story Teller, sebuah ruang edukasi yang memadukan taktik literasi sejarah dengan keahlian seni bercerita.

29 November 20255 menit bacaOleh Admin SHI
Zanki for Story Teller: CEO Satu Hati Institute Muamar M. Thahir Bangun Empati Palestina Lewat Seni Bercerita

BEKASI — Upaya merawat ingatan dan membangun empati publik terhadap isu kemanusiaan di Palestina terus berkembang melampaui metode kampanye konvensional. Memahami pentingnya sebuah narasi, Satu Hati Institute menginisiasi program bertajuk Zanki for Story Teller, sebuah ruang edukasi yang memadukan taktik literasi sejarah dengan keahlian seni bercerita.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (29/11/2025) ini dirancang khusus sebagai wadah interaktif untuk memperkuat pengetahuan sekaligus mempertajam kemampuan para pendongeng (juru cerita) dalam menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan yang solid dan tidak bias.


Membekali Juru Cerita dengan Akar Sejarah


CEO Satu Hati Institute, Muamar M. Thahir, turun langsung sebagai pemateri utama dalam sesi Materi Kepalestinaan. Dalam kapasitasnya, pria yang akrab disapa Ustadz Muamar ini menggarisbawahi bahwa simpati terhadap Palestina harus dilandasi oleh pemahaman akar konflik dan literasi sejarah yang kuat.

"Simpati terhadap Palestina tidak cukup hanya dibakar oleh letupan emosi sesaat. Melalui Zanki for Story Teller, kita ingin mencetak juru cerita yang mampu merawat ingatan publik lewat kekuatan narasi dan literasi sejarah yang kokoh, bukan sekadar agitasi," ujar CEO Satu Hati Institute, Muamar M. Thahir.

Pemahaman komprehensif ini dinilai krusial bagi para juru cerita, agar pesan yang disampaikan kepada masyarakat—termasuk audiens anak-anak dan keluarga—tetap akurat, mendidik, dan mampu menggugah empati yang menggerakkan aksi nyata.


Mengawinkan Substansi dan Teknik Bercerita


Untuk memastikan materi sejarah yang berat dapat dikemas menjadi narasi yang memikat, acara ini turut menghadirkan Kak Dwi, seorang praktisi pencerita. Pada sesi Sharing Session Juru Cerita, Kak Dwi membedah teknik-teknik menyusun alur cerita (storyline), intonasi, hingga cara membangun ikatan emosional dengan pendengar tanpa kehilangan substansi pesan kepalestinaan.


"Bercerita soal Palestina bukan sekadar memindahkan fakta sejarah, tapi bagaimana kita mentransfer empati. Tantangan utamanya adalah menyajikan realitas yang berat menjadi bahasa visual dan verbal yang bisa diterima, terutama oleh anak-anak, tanpa menghilangkan esensi kebenarannya," jelas Kak Dwi.


Tidak sekadar mendengarkan pemaparan satu arah, Zanki for Story Teller juga mendobrak kekakuan seminar tradisional. Satu Hati Institute merancang kegiatan ini dalam format satu hari penuh yang dinamis.

  • Diskusi Interaktif: Memberikan ruang bagi peserta untuk membedah studi kasus dan bertukar gagasan mengenai tantangan menyampaikan isu sensitif di ruang publik.

  • Permainan Edukatif (Games): Disisipkan untuk membangun kekompakan kolaboratif antarpeserta sekaligus menjaga ritme acara tetap segar dan konstruktif.


Langkah Satu Hati Institute melalui Zanki for Story Teller ini merepresentasikan strategi cerdas dalam advokasi kemanusiaan. Dengan melahirkan juru-juru cerita yang andal dan berwawasan, pesan perdamaian dan dukungan untuk Palestina diharapkan dapat tersiar lebih luas, menyentuh berbagai lapisan masyarakat dengan bahasa yang lebih humanis dan mudah dicerna.

palestine
Artikel Terkait

Baca Juga

Zanki Akademi for Storyteller: Ustadz Muamar dan Kak Dimas Bekali 13 Juru Cerita dengan Literasi Digital
Berita · 16 Agu 2025

BEKASI — Sebanyak 13 pendongeng dan juru cerita dari berbagai latar belakang berkumpul dalam sebuah ruang kolaborasi bertajuk Zanki Akademi for Storyteller pada Sabtu (16/8/2025). Mengusung semangat silaturahmi yang erat, forum ini hadir untuk memperkuat ekosistem pendongeng agar mampu meracik narasi edukasi kepalestinaan yang tajam dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Munas JSIT Indonesia ke-6: Ahmad Fikri Nahkodai Periode Baru, Luncurkan Kurikulum Al Maqodisah
Berita · 27 Jul 2025

MAKASSAR — Musyawarah Nasional (Munas) Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia ke-6 yang diselenggarakan di Claro Hotel, Makassar, pada 24–27 Juli 2025, menorehkan sejarah penting bagi dunia pendidikan Islam tanah air. Forum musyawarah tertinggi ini resmi menetapkan Ahmad Fikri, M.Pd., NLP sebagai Ketua Umum JSIT Indonesia periode 2025–2029.

Al Maqodisah Journey di Malaysia: Napak Tilas Peradaban Islam dan Semangat Pembebasan Palestina
Berita · 3 Jul 2025

Memahami sejarah perjuangan dan peradaban Islam tidak melulu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Mengusung konsep wisata edukatif, program Al Maqodisah Journey sukses digelar di Malaysia pada 28–30 Juni 2025. Diikuti oleh 20 peserta dedikatif dari Relawan AlQuds Indonesia (Relasi) dan Relawan Zakat Sukses, perjalanan ini menawarkan lebih dari sekadar rekreasi lintas negara.

Zanki for Story Teller: CEO Satu Hati Institute Muamar M. Thahir Bangun Empati Palestina Lewat Seni Bercerita — Satu Hati Institute — Satu Hati Institute