Satu Hati Institute Logo
Satu Hati
BerandaProfilSAHLPustakaProgramMediaKemitraan
Berita Kegiatan

Zanki Akademi for Storyteller: Ustadz Muamar dan Kak Dimas Bekali 13 Juru Cerita dengan Literasi Digital

BEKASI — Sebanyak 13 pendongeng dan juru cerita dari berbagai latar belakang berkumpul dalam sebuah ruang kolaborasi bertajuk Zanki Akademi for Storyteller pada Sabtu (16/8/2025). Mengusung semangat silaturahmi yang erat, forum ini hadir untuk memperkuat ekosistem pendongeng agar mampu meracik narasi edukasi kepalestinaan yang tajam dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

16 Agustus 20255 menit bacaOleh Admin SHI
Zanki Akademi for Storyteller: Ustadz Muamar dan Kak Dimas Bekali 13 Juru Cerita dengan Literasi Digital

BEKASI — Sebanyak 13 pendongeng dan juru cerita dari berbagai latar belakang berkumpul dalam sebuah ruang kolaborasi bertajuk Zanki Akademi for Storyteller pada Sabtu (16/8/2025). Mengusung semangat silaturahmi yang erat, forum ini hadir untuk memperkuat ekosistem pendongeng agar mampu meracik narasi edukasi kepalestinaan yang tajam dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Berkembangnya teknologi informasi menuntut para pelaku seni bercerita untuk terus berevolusi. Menjawab tantangan tersebut, Zanki Akademi tidak hanya menajamkan substansi materi sejarah, tetapi juga memberikan pelatihan praktis terkait penggunaan instrumen digital untuk memperluas jangkauan kampanye kemanusiaan.

Mengubah Simpati Menjadi Gerakan Edukasi

Dalam sesi Edukasi Kepalestinaan, Ustadz Muamar kembali menekankan pentingnya sinergi antarpendongeng. Menurutnya, 13 juru cerita yang hadir ini adalah agen-agen perubahan yang bertugas meluruskan disinformasi terkait krisis kemanusiaan di Palestina lewat pendekatan yang mudah diterima masyarakat.

"Narasi tentang Palestina membutuhkan lebih dari sekadar simpati; ia butuh penyampaian yang terukur dan berdasar pada sejarah. Melalui kolaborasi ke-13 pencerita di Zanki Akademi ini, kita sedang membangun barisan edukator tangguh yang mampu mengantarkan pesan kemanusiaan langsung ke relung hati audiens," ungkap Ustadz Muamar.

Beliau juga menyoroti bahwa silaturahmi antar-juru cerita ini merupakan fondasi utama untuk melahirkan karya-karya kolaboratif yang dampaknya jauh lebih masif dibandingkan bergerak secara individu.

Transformasi Digital dalam Seni Bercerita

Selain penguatan materi kepalestinaan, poin krusial dari akademi ini adalah sesi Upgrading Skill yang dipandu oleh Kak Dimas. Dalam sesinya, Kak Dimas membedah bagaimana digital tools (perangkat digital) dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung proses storytelling—mulai dari penyusunan alur, visualisasi presentasi, hingga pemanfaatan platform media sosial untuk distribusi cerita.

"Di era modern, pencerita tidak boleh alergi terhadap teknologi. Penggunaan digital tools di sini bukan untuk menghilangkan nyawa atau esensi tradisional dari sebuah dongeng, melainkan sebagai katalisator. Tujuannya agar visualisasi pesan Palestina makin hidup, interaktif, dan relevan bagi generasi muda," jelas Kak Dimas.

Kegiatan yang berlangsung intim dan penuh kehangatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus merawat ruang-ruang diskusi. Zanki Akademi for Storyteller membuktikan bahwa dengan pembekalan yang tepat, advokasi kemanusiaan dapat dilakukan dengan cara yang kreatif. Sebab, seperti filosofi yang dihidupkan dalam forum ini: setiap cerita bisa jadi kekuatan, dan setiap suara bisa jadi cahaya.


palestineedukasi kepalestinan
Artikel Terkait

Baca Juga

Zanki for Story Teller: CEO Satu Hati Institute Muamar M. Thahir Bangun Empati Palestina Lewat Seni Bercerita
Berita · 29 Nov 2025

BEKASI — Upaya merawat ingatan dan membangun empati publik terhadap isu kemanusiaan di Palestina terus berkembang melampaui metode kampanye konvensional. Memahami pentingnya sebuah narasi, Satu Hati Institute menginisiasi program bertajuk Zanki for Story Teller, sebuah ruang edukasi yang memadukan taktik literasi sejarah dengan keahlian seni bercerita.

Munas JSIT Indonesia ke-6: Ahmad Fikri Nahkodai Periode Baru, Luncurkan Kurikulum Al Maqodisah
Berita · 27 Jul 2025

MAKASSAR — Musyawarah Nasional (Munas) Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia ke-6 yang diselenggarakan di Claro Hotel, Makassar, pada 24–27 Juli 2025, menorehkan sejarah penting bagi dunia pendidikan Islam tanah air. Forum musyawarah tertinggi ini resmi menetapkan Ahmad Fikri, M.Pd., NLP sebagai Ketua Umum JSIT Indonesia periode 2025–2029.

Al Maqodisah Journey di Malaysia: Napak Tilas Peradaban Islam dan Semangat Pembebasan Palestina
Berita · 3 Jul 2025

Memahami sejarah perjuangan dan peradaban Islam tidak melulu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Mengusung konsep wisata edukatif, program Al Maqodisah Journey sukses digelar di Malaysia pada 28–30 Juni 2025. Diikuti oleh 20 peserta dedikatif dari Relawan AlQuds Indonesia (Relasi) dan Relawan Zakat Sukses, perjalanan ini menawarkan lebih dari sekadar rekreasi lintas negara.