BEKASI — Kesadaran akan krisis kemanusiaan di Palestina terus digemakan melalui berbagai medium. Menyadari peran strategis tokoh agama di tengah masyarakat, puluhan da'i dan khotib dari berbagai daerah berkumpul dalam sebuah program pelatihan intensif bertajuk Zanki Akademi for Khotib. Forum ini menjadi momentum krusial untuk melahirkan Komunitas Da'i Al Maqodisah yang tergabung dalam wadah "Z Coach".
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan sebuah kawah candradimuka bagi para pendakwah untuk menyamakan frekuensi perjuangan membela Baitul Maqdis secara terstruktur dan masif.
Mengasah Ketajaman Dakwah Tematik
Dalam pelatihan intensif ini, para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai dua pilar utama. Pertama, urgensi Qadhiyah Al Aqsha (isu Al Aqsha) dari sudut pandang sejarah, kemanusiaan, dan teologi. Kedua, penajaman skill dakwah tematik agar isu Palestina dapat disampaikan dengan bahasa yang relevan, menggugah, dan tidak membosankan bagi jemaah.
CEO SH Institute, Muamar M. Thahir, menegaskan bahwa peran khotib di tengah konflik geopolitik global saat ini sangatlah vital. Ia menyebutkan bahwa edukasi yang terstruktur dari atas mimbar mampu menjadi instrumen perubahan yang luar biasa.
"Mimbar masjid adalah senjata literasi dan edukasi yang sangat kuat, sementara lisan para khotib adalah suara perlawanan yang tak bisa dibungkam. Kita harus terus menggemakan bahwa Baitul Maqdis adalah urusan kita semua. Melalui Zanki Akademi ini, kita memastikan isu Palestina terus hidup di mimbar-mimbar umat," tegas Muamar M. Thahir.
Lahirnya 'Z Coach': Barisan Pejuang Mimbar
Output utama dari Zanki Akademi for Khotib ini adalah pembentukan Z Coach, sebuah komunitas eksklusif para da'i yang siap mendedikasikan ilmunya di jalur literasi kepalestinaan. Para anggota Z Coach telah berkomitmen untuk turun langsung ke masyarakat, menyuarakan kebenaran dan melawan disinformasi dari mimbar-mimbar masjid di berbagai penjuru daerah.
Komunitas ini diyakini akan mengubah paradigma dakwah, menjadikan masjid bukan sekadar tempat ibadah ritual, melainkan episentrum kebangkitan dan kepedulian sosial.
Kehadiran puluhan da'i dan khotib dalam barisan Z Coach ini memancarkan optimisme baru. Dengan doa dan dukungan dari masyarakat luas, barisan pejuang mimbar ini diharapkan terus bertumbuh, menguat secara keilmuan, dan menjadi bagian dari lokomotif kemenangan umat dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
